Migrasi ke Jekyll

Ahem, saya baru sadar ternyata sudah hampir satu tahun saya vakum ngeblog (pantesan tambah gob***) terhitung mulai april 2013. Weih,lama juga ternyata ya…mungkin semua ini disebabkan oleh ke ‘sok sibuk’-an saya selama ini.

Saya pastinya tidak mau lagi vakum ngeblog hanya karena ke ‘sok-sibukan’ gazebo ini, saya ingin semua task-list saya selesai dan ngeblog tetap jalan seperti dulu. Jujur, awalnya sempat bingung nyari solusi yang pas, tapi alhamdulillah akhirnya saya menemukan sulusinya, yaitu migrasi ke jekyll

Orite, kenapa saya pindah ke jekyll ? berikut beberapa alasan saya :

  • Lebih rigan, sampai saat ini file blog saya hanya berukuran 1,6MB
  • Lebih cepat, ya iyalah, lha jekyll isinya cuma konten statis doang!
  • Tanpa Database, saya ga perlu repot lagi ngimex (import dan export) database MySQL ketika pindah blog, terlebih kalo saya udah liat struktur databesnya, jadi tambah malas untuk seorang pemalas seperti saya.
  • Menggunakan git, pas sekali dengan pekerjaan saya sehari-hari menggunakan git, saya bisa menulis dimanapun dan kapanpun tanpa harus terhubung dengan internet, ketika terhubung internet saya tinggal push semua revisi yang saya rubah

Walaupun ada beberapa kekurangan seperti tidak bisa posting melalui mobile (lagipula saya juga ga pernah posting lewat mobile) dan lain lain, jekyll menurut saya adalah solusi yang tepat untuk saat ini. Enggak tau sih ntar gimana lagi, yang penting saya bisa kembali ngeblog seperti awal tahun 2013 lalu.

rss facebook twitter github youtube mail spotify instagram linkedin google pinterest medium vimeo