Akhirnya Kelar Juga

Entah kenapa beberapa bulan terkahir ini, lebih tepatnya awal tahun banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan, mulai dari kerjaan ‘linear’ sampai kerjaan yang saya sendiri tidak tahu kenapa saya dapat kerjaan itu, tapi saya bersyukur akhirnya bisa kembali ngeblog walaupun dengan tulisan ga jelas seperti ini dalam keadaan Somnolen.

Untungnya semua pekerjaan yang saya kerjakan selalu saya tulis di trello, kalo bukan karena Allah kemudian trello saya ga bisa ngebayangin kerjaan yang bejibun ini akan jadi apa.

Nah, pada minggu ini saya kembali dapet projek paket Joko**, memperbaiki puluhan bug, menambahkan fitur, serta tetek bengeknya, dan semua itu harus kelar minggu ini, dan pekerjaan wajib saya pun juga harus selesai.

Yang paling menantang adalah ketika saya saya stack pada sebuah bug, saya mencoba membaca kembali dokumentasi dokumentasi yang ada sembari ‘thawaf’ di google hasilnya tetap nihil,dan ini terus berlanjut sampai lepas sholat magrib.

Selepas sholat magrib saya mulai menyerah dan pulang kerumah dengan pasrah, entah apa yang terjadi dirumah, apakah saya akan bunuh diri atau minum baygon, entahlah… setiba dirumah dan sholat isya saya istirahat di tempat tidur sambil melihat lihat jendela dan plafon putih dirumah, anehnya… dari situlah saya menemukan cara memecahkan bug yang dari tadi pagi g kelar kelar, langsung dah melompat dari tempat tidur dan melanjutkan kerjaan, g peduli malam ato subuh dan bukan hanya satu bug kelar, tapi semua list hari ini yang ada di aplikasi any.do saya kelar semua, taraa :D

Alhamdulillah, sekali mengayuh dua tiga pulau terlewati, namun, setelah semua kelar, ada hal aneh yang terjadi pada saya, perut saya keroncongan, saya baru sadar kalau hari ini saya hanya makan satu kali, makan sup kambing bakar itupun ditraktir teman dari kampus seblah serta beberapa cangkir kopi, parah.

Sesudah kesusahan pasti datang kemudahan, ini juga mengingatkan saya dengan perkataan Tadashi Hamada

“Shake things up! Use that big brain of yours to think your way out! Look for a new angle.”

Kadang, untuk memecahkan masalah kita hanya perlu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda!

rss facebook twitter github youtube mail spotify instagram linkedin google pinterest medium vimeo